local media summit

Limbah Pustaka Purbalingga Diganjar Penghargaan Pejuang Literasi Perpusnas RI
Peristiwa

Limbah Pustaka Purbalingga Diganjar Penghargaan Pejuang Literasi Perpusnas RI

Roro Hendarti (kanan), pendiri Limbah Pustaka Purbalingga, menerima penghargaan dari Perpusnas, beberapa hari yang lalu.

PURWOKERTOKITA.COM, PURBALINGGA – Gerakan literasi berbasis lingkungan di Purbalingga, Limbah Pustaka, konsisten menyediakan layanan buku bacaan untuk anak-anak. Nama Limbah Pustaka berasal dari aktivitas layanan bacaan yang cukup “dibayar” dengan sampah plastik untuk didaur ulang. Selain mengurangi sampah plastik, Limbah Pustaka sukses menghidupkan literasi di Desa Muntang, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga.

Atas pengabdianya pada gerakan literasi dan lingkungan, Limbah Pustaka yang didirikan Roro Hendarti, telah menyabet berbagai penghargaan. Teranyar, Limbah Pustaka menerima penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka (NJDP) dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) katagori Pejuang Literasi.

Roro menerima penghargaan langsung dari Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando pada malam apresiasi Gemilang Perpustakaan Nasional Tahun 2022 di Integrity Convention Centre (ICC) MGK, Kemayoran, Senin 14 November 2022.

Baca Juga  Warga Kebumen Desak Bupati Cabut HGB Pabrik Semen di Kawasan Karst Gombong Selatan

Sebagai informasi, NJDP merupakan apresiasi tertinggi pemerintah Indonesia dalam upaya peningkatan literasi dan kegemaran membaca.

“Kategori Pegiat Literasi diberikan kepada seseorang yang memiliki kemampuan literasi yang dipilih sebagai panutan, motivator, inspirator, katalisator dan influencer dalam upaya mempromosikan gemar membaca,” ujar Syarif Bando.

Bagi Roro Hendarti, penghargaan ini menambah semangat untuk lebih konsisten menggerakkan Limbah Pustaka sebagai gerakan literasi sekaligus melestarikan lingkungan.

“Dalam gerakan literasi di desa kami dan di Purbalingga, saya titik fokusnya generasi muda, supaya mereka siap jadi generasi penerus bangsa yang melek teknologi dan bijak menggunakan teknologi tanpa menghilangkan gemar membaca,” katanya.

Baca Juga  11 Kecamatan di Kebumen Terdampak Bencana, Banjir dan Longsor Paling Banyak Terjadi

Roro kini tak hanya menekuni literasi dan mengolah limbah, namun juga divisi budidaya magot dan eko enzim.

“Inovasi-inovasi ini akan terus kami galakan tidak lain agar anak-anak di lingkungan kami tidak tergantung dengan gadget,” kata Roro.

Saat ini, Limbah Pustaka desa Muntang juga menjadi tujuan studi lapangan P5BK atau kurikulum merdeka bagi sekolah sekolah, SD hingga SMA sederajat. Ini menjadi bukti Limbah Pustaka diterima dan berkontribusi bagi masyarakat luas.

Related posts