Gempur Rokok Ilegal

gempur rokok ilegal
Sejarah Banyumas Kota Aman, Jadi Tempat Pengungsian Perang
Lokal Banyumasan, Peristiwa

Sejarah Banyumas Kota Aman, Jadi Tempat Pengungsian Perang

Panglima Jenderal Soedirman, pahlawan nasional asal Banyumas Raya (istimewa)

PURWOKERTOKITA.COM, BANYUMAS-Kondisi geografis suatu daerah memengaruhi kebudayaan masyarakatnya. Begitu pun  Kabupaten Banyumas dan sekitarnya yang berada di antara gunung dan perbukitan.

Kondisi geografis demikian membuat daerah ini di masa lampau sulit terjangkau. Selain diliputi gunung dan hutan, daerah ini juga banyak dilintasi sungai-sungai besar.

Daerah ini menjadi terpencil atau jauh dari pusat pemerintahan (keraton). Ini mungkin membuatnya lebih tertinggal dalam beberapa aspek. Namun di sisi lain, Banyumas justru aman dan nyaman untuk ditinggali.

Sehingga muncul istilah Banyumas aman Goleman. Menurut Prof.Dr.Sugeng Priyadi, M.Hum, Sejarawan Banyumas, ungkapan tersebut merupakan bentuk superlatif dari kata aman.

Baca Juga  Warga Purbalingga Tewas Tersengat Listrik, Terlempar karena Setrum Tegangan Tinggi

Mengapa Banyumas cenderung sangat aman?

Sugeng menjelaskan, peta lama menyebutkan bahwa Banyumas dahulu bernama Selarong. Selarong berasal dari kata saila (gunung) dan rong (celah).

Disebut Selarong karena daerah itu dikelilingi gunung atau bukit.

Dalam primbon Jawa, daerah semacam itu disebut sangsang buwana atau kawula katubing kala. Orang yang tinggal di daerah itu, menurut primbon, adalah orang-orang yang disegani dan dicintai oleh tetangganya, menjadi kepercayaan orang.

Jika primbon sebagai deskripsi pengalaman masa lampau tersebut dapat dipertanggungjawabkan, maka daerah Banyumas telah terjaga oleh kondisi geografisnya.

Baca Juga  Ngeri, Obat Terlarang Dijual Bebas di Warung Kelontong Banyumas

Dalam sejarah perang, tulisnya, Banyumas  jarang dimasuki musuh.  Hanya Banyumas paling sering menjadi tempat pengungsian perang. Karena mungkin dinilai aman.

Sunan Amangkurat Tegalarum misalnya, mengungsi ke Batavia melalui Banyumas ketika pecah Perang Trunajaya. Beberapa raja Sunda juga ditemukan makamnya di Banyumas.

Keturunan prajurit-prajurit Trunajaya, Untung Surapati, dan Pangeran Dipanegara banyak hidup dan tinggal di daerah Banyumas.

Karenanya tidak heran, banyak tokoh militer atau pejuang dilahirkan di daerah ini.

Ramalan masa depan dari leluhur Banyumas pun mengisyaratkan hal itu. Banyumas akan menjadi tempat pengungsian. (JAC)

Related posts