Gempur Rokok Ilegal

gempur rokok ilegal
Polres Wonosobo Gagalkan Perdagangan Satwa Dilindungi, Pelaku Terancam 5 Tahun Bui dan Denda Rp 100 Juta
Lingkungan

Polres Wonosobo Gagalkan Perdagangan Satwa Dilindungi, Pelaku Terancam 5 Tahun Bui dan Denda Rp 100 Juta

 

Burung Nuri Merah Malaku (Eos Bornea), satwa dilindungi yang hendak diperdagangkan di Wonosobo. /Foto: Polres Wonosobo

PURWOKERTOKITA.COM, WONOSOBO – Polres Wonosobo menggagalkan perdagangan satwa yang dilindungi negara. Jenis satwa yang hendak diperdagangkan ialah burung Nuri merah Malaku (EOS Bornea).

Polisi menangkap pelaku dengan inisial nama IR (23), warga Dusun Limbangan, Desa Mudal, Kecamatan Mojotengah, Wonosobo.

Penangkapan bermula ketika petugas kepolisian sedang membayar ongkos reparasi handphone milik petugas di Konter JSB Cell di Jalan A Yani Nomor 84A, Kampung Tosari, Kecamatan Wonosobo.

Petugas menjumpai ada seseorang laki-laki dengan perangai mencurigakan. Ia memarkirkan sepeda motor Honda CBR warna merah. Ia membawa membawa sebuah kardus berwarna cokelat yang diikat di atas jok motor bagian belakang.

Karena mencurigakan, maka petugas menghampiri IR. Setelah mengecek, kardus itu berisi seekor burung Nuri warna merah. Dari pengakuan pelaku, burung itu akan dijual kepada seseorang yang tidak dikenal.

“Burung Nuri merah Malaku tersebut adalah satwa yang dilindungi oleh negara. Maka petugas mengamakan pelaku beserta barang bukti guna proses hukum lebih lanjut,” kata Kapolres Wonosobo, AKBP Ganang Nugroho Widhi.

Pelaku disangka melanggar Pasal 40 ayat (2) jo Pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda maksimal Rp 100 juta.

Related posts